Kamis, 02 Mei 2019

'Hanya Barcelona yang Mampu Bermain Indah'

'Hanya Barcelona yang Mampu Bermain Indah'

Gelandang Atletico Madrid, Koke, memberi pujian pada rival klubnya di La Liga yakni Barcelona. Menurut Koke, hanya Barcelona hanya mampu memperagakan gaya bermain sepak bola indah.

Atletico sempat menjadi rival ketat Barcelona dalam perebutan gelar juara La Liga musim 2018/19 ini. Namun, Los Rojiblancos kemudian kesulitan untuk bersaing. Namun pekan lalu Barca sukses merayakan gelar juara La Liga.

Saat ini, Barca memimpin klasemen dengan 83 poin, unggul sembilan poin dari Atletico di posisi kedua klasemen La Liga hingga pekan ke-35. Sudah tidak ada peluang bagi Atletico untuk berada di posisi lebih baik dari Barca.

Simak pujian dari Koke untuk Barcelona di bawah ini ya!

Hanya Barcelona yang Bisa

Barcelona selama ini memang dikenal dengan gaya bermain sepak bola indah. Walau belakangan dikenal sedikit lebih pragmatis di bawah kendali Ernesto Valverde, Lionel Messi dan kolega tetap lebih sering tampil dengan gaya yang menghibur.

Dari catatan statistik, Barcelona kini telah mencetak 86 gol di La Liga. Paling banyak dibanding klub lain. Real Madrid jadi tim dengan jumlah gol terbanyak kedua La Liga dengan 59 gol, ada selisih 27 gol.

"Bagi saya, hanya Barcelona yang mampu memainkan sepak bola indah," ucap Koke dikutip dari Marca.

"Mereka adalah favorit untuk menjadi juara di Liga Champions, jika [Lionel] Messi sedang bermain bagus, maka tidak banyak hal yang bisa dilakukan oleh tim lawan," sambung gelandang berusia 27 tahun tersebut.

Barcelona memang jadi unggul untuk menjadi juara Liga Champions. Klub asal Catalan kini satu langka berada di final usai mengalahkan Liverpool dengan skor 3-0 pada leg pertama babak semifinal. Barca hanya butuh hasil imbang pada leg kedua di Anfield.

Tak Perlu Ganti Gaya

Meskipun memberikan pujian pada gaya bermain Barcelona, Koke merasa bahwa Atletico Madrid tidak perlu mencontek gaya bermainnya. Sebab, pasukan Diego Simeone selama ini sudah punya gaya bermain yang khas. Atletico harus bertahan dengan gaya mereka sendiri.

"Kami punya gaya sendiri selama tujuh tahun yang memungkinkan kami untuk menang dan ketika kami mencoba untuk mengubahnya, itu jadi lebih buruk. Jadi, mengapa kami berubah?."

"Musim kami? Ada harapan yang sangat tinggi tapi kami harus melihat pada kenyataan. Bagi saya, tim ini bagus. Ini adalah musim yang hebat. Tapi, kami kalah dalam pertandingan penting. Kami kecewa kalah dari Juventus," tandas pemain asal Spanyol.

Arturo Vidal Kecewa Berat dengan Juventus

Arturo Vidal Kecewa Berat dengan Juventus

Gelandang Barcelona, Arturo Vidal, mengaku terkejut melihat bekas klubnya, Juventus, tersingkir lebih dini dari ajang Liga Champions musim ini. Bahkan torehan tersebut membuatnya merasakan kekecewaan yang berat.

Vidal memiliki kontribusi yang cukup signifikan dalam keberhasilan Barcelona melewati perempat final Liga Champions musim ini. Ia juga turut serta saat klub berjuluk Blaugrana itu menghancurkan Liverpool pada leg pertama semi-final dengan skor telak 3-0, Kamis (2/5).

Pemain berumur 31 tahun tersebut merupakan langganan pengisi sektor tengah Barcelona. Sejauh ini, ia sudah mengoleksi total 48 penampilan di berbagai kompetisi. Selain itu juga, ia sudah mengantongi dua gol dan enam assist.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

Kecewa Berat dengan Juventus

Sayangnya, ada satu hal yang tak bisa ia penuhi pada musim ini. Itu adalah bertemu dengan tim yang membesarkan namanya, Juventus. Vidal mengakui bahwa dirinya terkejut dan kecewa dengan kegagalan Bianconeri melaju lebih jauh di Liga Champions.

"Tersingkirnya Bianconeri membuat saya terkejut," tutur Vidal kepada Sky Sport Italia.

"Saya sudah merasa yakin bahwa tim Allegri bakalan mencapai babak final. Itu sangat mengecewakan," lanjutnya.

Sebagai informasi, perjalanan Juventus di Liga Champions musim ini terhenti di babak perempat final. Cristiano Ronaldo dkk, yang lebih diunggulkan ketimbang lawannya, Ajax, justru harus tersingkir lantaran kalah secara agregat 2-3.

Pujian untuk Lionel Messi

Setelah Juventus, Vidal lalu bercerita soal Barcelona dan terkhusus kepada rekan satu timnya, Lionel Messi. Dengan kelengkapan kualitas, seperti mampu mencetak gol dan membuat assist, Vidal pun jadi tak bisa menahan kekagumannya terhadap penyerang asal Argentina itu.

"Leo adalah pemain yang luar biasa: Tidak hanya mencetak gol dan membuat assist, tapi dia juga memberikan bantuan untuk pertahanan dengan tekanannya," tambah Vidal.

"Bermain dengannya sudah pasti membuat saya merasa sangat senang," tandasnya.

Jadwal Barcelona Berikutnya

Vidal diprediksi akan kembali tampil saat Barcelona bertemu Liverpool untuk kedua kalinya pada pekan depan. Namun sebelum itu, raksasa Spanyol tersebut harus menjalani partai lanjutan La Liga melawan Celta Vigo yang bakalan digelar pada hari Minggu (5/5) mendatang.

Legenda Barca, Xavi Umumkan Gantung Sepatu

Legenda Barca, Xavi Umumkan Gantung Sepatu

Legenda Barcelona dan tim nasional Spanyol, Xavi Hernandez mengumumkan rencananya untuk gantung sepatu alias pensiun dari lapangan hijau pada akhir musim nanti.

Gelandang flamboyan yang kini memperkuat klub Qatar, Al Sadd itu juga mengungkapkan ambisinya untuk menjadi pelatih usai pensiun nanti.

Xavi mennyebut bahwa ia masih memiliki misi yang ingin ia tuntaskan sebelum pensiun, yakni membawa Al Sadd meraih gelar juara Emir of Qatar Cup dan Liga Champions Asia.

Pernyataan Xavi

"Ini adalah musim terakhir saya sebagai pemain, tapi saya tak sabar melihat apa yang akan terjadi di masa depan bagi saya sebagai manajer," ujar Xavi dalam pernyataannya seperti dikutip AS.

"Filosofi saya sebagai pelatih mencerminkan gaya yang kami kembangkan selama bertahun-tahun di bawah pengaruh Johan Cruyff dan dari La Masia dan contoh utamanya adalah dalam cara main Barcelona," tambahnya.

"Saya suka melihat tim yang mengambil inisiatif di lapangan, sepakbola menyerang, dan kembali ke tempat yang kita semua cintai sejak masih muda: sepakbola penguasaan bola," tukasnya.

Prestasi Xavi

Xavi menjadi salah satu dari sekian pemain dengan prestasi sangat lengkap. Sosok yang kini berusia 39 tahun itu sudah meraih segalanya di dunia sepak bola.

Bersama Barcelona yang ia perkuat sejak 1998 hingga 2015, Xavi total meraih 25 trofi, mulai dari delapan gelar La Liga, empat Liga Champions, hingga tiga trofi Copa del Rey.

Prestasi Xavi tak hanya diraih di level klub. Bersama Spanyol, Xavi menjadi aktor penting keberhasilan meraih dua trofi Piala Eropa serta Piala Dunia

Real Madrid Tunda Perekrutan Christian Eriksen

Real Madrid Tunda Perekrutan Christian Eriksen

Rencana Real Madrid untuk mendatangkan Christian Eriksen di musim panas nanti nampaknya akan batal terealisasi. Tim berjuluk Los Blancos itu dikabarkan akan menunda perburuan playmaker Tottenham Hotspur itu.

Real Madrid sendiri memang tengah mencari playmaker baru di musim panas nanti. Mereka tengah mempersiapkan kepergian Luka Modric yang disebut akan pindah ke Italia pada musim panas nanti.

Salah satu nama yang menjadi kandidat pengganti Modric adalah Eriksen. Zidane dikabarkan sangat menyukai gaya bermain Eriksen yang sudah menjadi otak di balik permainan Spurs dalam empat tahun terakhir.

Dilansir The Sun, Real Madrid ingin melepaskan tawaran untuk sang pemain di musim panas nanti. Namun mereka memutuskan untuk menunda perburuan mereka untuk sang pemain.

Mengapa Madrid menunda rencana perekrutan Eriksen? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Masalah Harga

Laporan itu mengklaim bahwa Real Madrid memutuskan untuk menunda perburuan Eriksen karena harga transfer yang ditetapkan Tottenham Hotspur.

Sebelumnya pihak Spurs diwakili Daniel Levy menegaskan bahwa mereka tidak berencana melepas Eriksen. Untuk itu mereka mematok harga sekitar 100 juta Euro untuk pemain Timnas Denmark tersebut.

Real Madrid sudah mencoba menego harga itu, mengingat kontrak Eriksen akan habis tahun depan. Namun pihak Spurs menolak untuk menurunkan harga Eriksen sehingga Madrid mundur perlahan dari perburuan sang pemain.

Tunggu Tahun Depan

Laporan itu mengklaim bahwa Real Madrid memutuskan untuk menunda transfer Eriksen hingga tahun 2020 mendatang.

Mereka dikabarkan menunggu kontrak Eriksen berakhir di London Utara. Untuk itu mereka tidak perlu mengeluarkan uang untuk membayar Tottenham Hotspur.

Demi mewujudkan transfer ini, Madrid dikabarkan sudah mencapai kesepakatan pribadi bersama sang playmaker, di mana sang playmaker disebut sepakat untuk tidak memperpanjang kontrak di London Utara agar ia bergabung dengan skuat Los Blancos.

Guardiola Sengaja Hadir di Camp Nou untuk Menyaksikan Kekalahan Liverpool

Guardiola Sengaja Hadir di Camp Nou untuk Menyaksikan Kekalahan Liverpool

Bos Manchester City, Pep Guardiola ditemukan hadir di antara puluhan ribu suporter Barcelona yang memenuhi Camp Nou ketika menjamu Liverpool pada leg pertama semifinal Liga Champions 2018/19, Kamis (2/5) dini hari WIB. Guardiola tampaknya tidak mau melewatkan laga masif ini.

Kehadiran Guardiola terbayar lunas. Laga tersebut merupakan salah satu laga terbaik di Liga Champions musim ini. Kedua tim menerapkan taktik yang tepat, dengan Lionel Messi yang jadi faktor penentu.

Liverpool tampil impresif di markas Barcelona. Jurgen Klopp bahkan menyebut laga itu sebagai penampilan terbaik Liverpool dalam laga tandang di Liga Champions.

Artinya, Guardiola telah menyaksikan salah satu permainan terbaik rival Manchester City tersebut. Dilansir dari Daily Mail, baca selengkapnya di bawah ini ya!

Hasil Bagus

Guardiola kembali ke Camp Nou sebagai penonton, dan dia boleh puas dengan hasil pertandingan tersebut. Liverpool menelan kekalahan pahit, yang mungkin bakal memengaruhi persaingan ketat merebut gelar juara Premier League musim ini.

Saat ini, Liverpool masih mengejar Man City dengan jarak hanya satu poin dengan dua laga sisa. Guardiola mungkin berharap pukulan kekalahan dari Barca ini akan membuat Liverpool kian lesu di Premier League.

Liverpool akan melawat ke markas Newcastle, Minggu (5/5) dini hari WIB, sedangkan Man City baru menjamu Leicester City, Selasa (7/5) pekan depan. Dua laga ini akan sangat menentukan, Liverpool bisa saja kalah karena baru dihajar Barca.

Belajar dari Liverpool

Tidak hanya menonton, Guardiola mungkin sedikit menyesali kegagalan timnya melangkah sejauh Liverpool di Liga Champions musim ini. Dia masih harus menemukan cara mendorong Man City.

Man City merupakan salah satu tim terbaik di Inggris, tetapi Guardiola bahkan harus menonton Lionel Messi dari bangku penonton, bukan sebagai pelatih di kubu tim lawan.

Uniknya, Liverpool ternyata berani bermain di Camp Nou. The Reds tampil impresif dan mendapatkan banyak peluang sampai pada akhirnya Lionel Messi menyudahi perlawanan mereka.

Kalah 3-0 dari Barcelona, Virgil van Dijk: Kami Harus Tetap Bangga

Kalah 3-0 dari Barcelona, Virgil van Dijk: Kami Harus Tetap Bangga

Liverpool baru saja menelan kekalahan dengan skor 3-0 melawan Barcelona. Tapi, bek tengah Liverpool, Virgil van Dijk, merasa jika para pemain tetap harus bangga dengan performa tim secara umum pada musim 2018/19.

Liverpool sempat diprediksi bakal mampu menyulitkan Barcelona pada leg pertama semifinal Liga Champions, Kamis (2/5) dini hari WIB. Namun, laga di Camp Nou justru berjalan antiklimaks bagi The Reds. Mereka kalah dengan skor 3-0.

Dari tiga gol yang bersarang di gawang Alisson, dua di antaranya dicetak oleh Lionel Messi. Kini La Pulga sudah mencetak 12 gol di Liga Champions musim 2018/19. Sementara, satu gol lain dicetak oleh Luis Suarez.

Mengapa Virgil van Dijk meminta para pemain Liverpool tetap bangga? Simak selengkapnya di bawah ini ya.

Liverpool Tetap Bangga

Menurut Virgil van Dijk, pemain Liverpool harus tetap bangga karena lawan yang mereka hadapi adalah salah satu tim terbaik dunia. Selain itu, pasukan Jurgen Klopp juga harus bangga atas apa yang sudah mereka capai di pentas domestik.

"Kami tetap bangga dengan diri kami sendiri. Kami bermain melawan salah satu tim terbaik di dunia dan kami juga bersaing di liga melawan salah satu tim terbaik di dunia juga," ucap Virgil van Dijk dikutip dari DAZN.

"Kami berada di dua perebutan gelar dan saya rasa ada banyak tim yang akan senang jika berada di posisi kami," sambungnya.

Selain itu, Virgil van Dijk juga ingin rekan-rekannya segara move on dari kekalahan di Camp Nou. Sebab, masih ada banyak laga yang perlu mereka mainkan dan kini berada di fase penting. Ada leg kedua semifinal Liga Champions dan laga akhir pekan di Premier League.

"Kita tidak akan memikirkan itu. Kami mengalami musim yang bagus dan kami akan berusaha memenangkan sesuatu, jika tidak, kami akan terus bekerja," tandas pemain asal Belanda.

Masih Ada Peluang

Bukan hanya meminta rekannya tetap bangga, Virgil van Dijk juga ingin Liverpool tidak kehilangan asa. Masih ada laga leg kedua yang akan digelar di Anfield. Walau harus mengejar agregat gol 3-0, eks pemain Celtic itu tetap optimis bisa melaju ke final.

"Segalanya masih mungkin terjadi di sepak bola. Kami harus tetap percaya. Seperti itulah kami," seru Virgil van Dijk.

"Kami tidak akan pernah menyerah dan kami menunjukkannya hari ini bahwa kami bisa menciptakan peluang bagus melawan Barca. Satu-satunya hal yang harus kami coba adalah mencetak gol ke gawang mereka," tutup Virgil van Dijk.

Barcelona Mundur, Real Madrid Kian Berpeluang Dapatkan Luka Jovic

Barcelona Mundur, Real Madrid Kian Berpeluang Dapatkan Luka Jovic

Rencana Real Madrid untuk mendatangkan Luka Jovic berada di ambang kesuksesan. Rival mereka, Barcelona dikabarkan mundur dari perburuan striker Eintracht Frankfurt tersebut.

Jovic sendiri memang diprediksi akan menjadi primadona di bursa transfer musim panas nanti. Hal ini tidak terlepas dengan penampilan tajamnya di lini serang Eintrach Frankfurt musim ini yang mampu menghasilkan 25 gol dan 7 assist bagi Frankfurt.

Ketajaman striker Timnas Serbia itu dirumorkan menarik perhatian Real Madrid dan Barcelona. Dua raksasa Spanyol itu disebut tertarik untuk mendatangkan Jovic di musim panas nanti.

Namun menurut laporan yang dikeluarkan Mundo Deportivo, Real Madrid nampaknya akan memenangkan perburuan sang striker. Hal ini dikarenakan Barcelona memutuskan untuk mundur dari perburuan Jovic.

Simak situasi transfer Jovic selengkapnya di bawah ini.

Mundur

Pada awalnya Barcelona dikabarkan memburu Jovic sebagai pelapis sekaligus sebagai penerus Luis Suarez di lini serang mereka. Namun mereka dikabarkan mengurungkan niat mereka tersebut.

Mundo Deportivo tidak merinci alasan mengapa Barcelona mundur dari perburuan Jovic. Namun dari sejumlah laporan yang beredar di Eropa, hal ini terkait dengan tuntutan sang striker kepada El Blagurana.

Jovic dikabarkan meminta garansi bermain di lini serang Barca musim depan, sementara Ernesto Valverde masih belum berani menjanjikan hal itu. Inilah yang dipercaya menjadi penyebab mundurnya Barca dari perburuan Jovic.

Finalisasi Transfer

Laporan yang sama mengklaim bahwa dengan mundurnya Barcelona, Real Madrid menjadi tim yang paling berpeluang mendapatkan Jovic di musim panas nanti.

Pihak El Real dikabarkan sudah menghubungi manajemen Frankfurt. Sejauh ini hasil pembicaraan kedua belah pihak ini menunjukkan tanda-tanda yang positif.

Real Madrid dikabarkan siap membayar sekitar 60 juta Euro yang menjadi klausul rilis Jovic di tim Bundesliga tersebut.